kala lamunan biasa

semenjak sang kala itu tiba
kala dimana ada rasa yang tiada terduga
nyata kala itu hingga entah senja kala usia menua
pikun tak jadi apa
asal rasa itu ada
ya. keyakinan akan tiada akhir jika tak ada yang mengawali
tiada menjadi ada
hingga terjaga saat sang kala menjemput nyawa

syair merdu tentang pertemuan
syair sendu tentang perpisahan

terbenam dalam cerita kala memadu
kala rindu
kala tiada satu tiada dua
tiada kadang kala
tapi ada kalanya saling mengingat
semenjak kala tiada percaya
percaya tiada kala senja akan menua usia
kala menua usia kala tiada lagi ingin lebih
sekedar melihat mendengar dan bicara
kala semua cerita mencadi kisah alami
dalam garis takdirNya

semenjak kala itu
masih pagi dan siang menjemput senja
malam tiba hingga mentari ceria dan terik menjelajah mayapada
kadang mendung mengiring hujan
kala hangat terkelupas dinginya suasana
saling membisu memburu warna suara
mencari kata merangkai nada bicara
mencoba menutup muka
menghirup udara dalam

tiada satu dua
menjadi ada dua menyatu

raga menjadi jiwa
jiwa-raga menjadi abu

suara-suara sumbang
tentang persatuan
suara-suara nyaring
tentang perdamaian
hanya yakin dalam keberanian
lari dari ketakutan.
itu saja.

-sleman 28/3/14-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s