Uraian membahana kembali tanpa mengada-ada

Tidak. Ini bukan perihal ketidak mampuan.
Ini. Kuasa Tuhan.
Membuka wawasan bahwa Yang Maha Kuasa Lebih berkuasa.
Bukan pula menyerah dan pasrah.
Bukan pula mengalah pada kesempatan.
Bukan pula menghindar dari tantangan.
Tapi alangkah bijak jika tetap berbuat dengan seksama.
Jangan hanya tunduk, sesekali menengadah dan menatap tajam.
Sembari tetap teguh pada kebenaran.
Ya. Yang benar adalah belum tentu pada kenyamanan.
Dan. Nyaman bukanlah langkah aman ketika diam.

Pagi. Ya kembali waktu pagi menyadarkan akan suara-suara kebesaranNYA. Tuhan Maha Adil.

Senin di hari ke-10 bulan Februari 2014. Bukti bahwa saya seorang manusia biasa yang mesti lebih tersadar bahwa tak cukup hanya sebentar berbuat, masih cukup waktu untuk menjadi laik, bahkan masih dibukakan peluang lebih agar menjaga teguh.

Dan obrolan pagi ini perihal jauh fisik tak saling sapa, jauh jarak tak menjadi aral agar tetap menjaga satu sama lain. Sosok nyata dimana intensitas saling bertemu diawal lebih dari sekedar ulur salam, rasa tau yang menjadi mau, suara kata yang menjadi rasa, entah yang awalnya biasa tapi penasaran menjadi tanya dan berkata-kata nan elokkan suasana di belakang taman bunga. Taman bunga nan elok mengawali jumpa di tiap saat di mana ada kesempatan bertemu di mana pula saling sapa menjadi saling tau, ini itu apapun itu saya tak duduk di taman bunga kala itu. Ya. Karena kala itu saya masih menepi di luar taman dan mencoba masuk ke taman tapi halauan hardikan menyapaku.

Taman bunga dan siapa-siapa yang bertemu muka di sana, saya tak mau peduli, tapi tak menjadikan saya pergi, bahkan tetap mencoba masuk ke taman bunga. Aroma wangi meyakinkanku akan bunga indah idaman. Nampak elok dan ayu bunga mewangi. Sedangkan yang saling temu di taman bunga adalah belum tau bahwa saya sedang mencoba masuk ke taman. Bahkan tak tau saya mengidamkn bunga mewangi idamanku. Entah siapa yang mengizinkan hingga tiba waktu di mana saya mesti masuk. Ahhhh… percaya diri kali saya ini. Masuk ke taman bunga hingga cibiran dan hardikan menyapa bahkan suara kata merendahkanpun ikut ambil suara.

Keyakinan. Iya keyakinan bahwa saya akan bisa masuk dan bertemu bunga dan menjaganya tetap mekar.

Seiring kenyamanan dan ketenangan dalam batas nyaman berada di taman membuat suasana biasa saja. Warna warni taman bunga beragam. Nyaman adalah ketika diam membuat bosan. Ada sosok lain yang lama datang bahkan lebih dulu sebelum aku berada di taman. Keyakinan tetap keyakinan. Masuk di dalam taman membuatku betah dan ingin ke luar melihat riuhnya jalanan di tepian kota.

Masih atas dasar keyakinan membawa taman bunga dalam diri, berharap wangi akan beraroma wangi, busuk beraroma busuk, yang hakiki adalah kejujuran yang kadang menjengahkan pikiran, namun percaya atau tidak saat gundahku maka taman bunga membawaku pada angan impian masa depan yang elok menyambut gayung bersambut air dalam wadah.

di tepian kota masih asyik dengan taman bunga dan kekhawatiran akan duduk di taman membuat bosan

Ahahahahaha…saya sedang bersenandung saja dengan biasa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s