Uraian membahana dalam warna-warni kebersamaan (1)

Ah…
Biarlah ini saya uraikan, nampak berlebihan tapi bukan, nampak senandung juga bukan, bukan menampakkan apa-apa, hanya menguraikan saja apa yang ada.

Sedang merindu kamu yang akan sebentar menghampir upayamu di bagian bumi sisi lainya, menjemput dan mendekatkan impian untuk menjadi kenyataan. Perbuatanmu adalah istimewa tapi kita akan terbiasa melakukan hal-hal yang kadang buat orang lain itu istimewa.

Tuhan akan membimbingmu dengan kebaikan yang kamu upayakan, dan Tuhan akan selalu ridho dengan upayamu mewujudkan imipianmu, Tuhan juga Sayang kamu, Tuhan juga tau aku sayang kamu, tempuhlan jengkal demi jengkal langkah impianmu, keras batu tak sekeras kemauanmu, karena semakin keras tekadmu semakin kuat juga aral, tapi percaya kemudahan akan selalu ada.

Doaku; Tuhan jika aku belum bisa selalu ada buatmu, maka Engkaulah Tuhan yang akan selalu bersamamu, dan Tuhan Engkaulah yang juga tau aku tetap ada walau tak terlihat oelh penglihatnya demikian juga sebaliknya, jika aku belum bisa berbuat banyak buat bersamanya maka Tuhan ijinkan kita tetap dalam ridhoMu untuk menyadari pagi akan datang kembali, siang akan ada, dan senja akan menuakan kita, hingga gelap malam tak membuat kita larut dalam mimpi semata, karena akan terus pagi dan siang dan senja dan malam kembali. Tuhan pertemukan kita dalam kebaikan dan akan membuat kebaikan yang kita bina akan berbuah kebaikan.

____________________________________________________________________________________
Iya serasa baru kemarin kita kenal dan saling tegur sapa. Tuhan mempertemukan kita dalam banyak hal,banyak cerita, banyak suara-suara tentang mimpi masa mendatang, banyak berbagi tau tentang bagaimana menjalani kehidupan, banyak cara kita berbagi kisah dan membaur dengan waktu mengusung kebersamaan dalam bingkai cerita biasa tentang bersama yang seperti apa kita inginkan. Iya ini tentang apa yang sedang kita jalani dan akan kita jalani jadi kita yang akan tau dan memiliki cara menjalaninya, dan tentunya tetap belajar dari apa,siapa saja dan dimana kita berada.

Bukan lagi perihal lama kita bersama dan sebentar kita mengenal. Tapi ini perihal apa ada cara kita tetap bersama dan bagaimana bersama bisa biasa kita biasakan dalam bingkai yang sederhana sesuai cara yang kita bisa lakukan untuk kebaikan itu. Akan banyak realitas di sana-sini yang bahkan kadang membuat masing-masing dari aku dan kamu bertumpu pada ego dan pemahaman masing-masing. Tapi bukan alasan bagi setiap aku dan kamu tidak meng-iyakan kita tetap bersama. Ya alam sekitar adalah lingkungan dimana kita akan bertahan, kenyataan yang pahit hingga asam manis itu adalah perasa kehidupan ini.

Yakinilah bahwa mimpi-mimpi yang membumbung tinggi bukan membuat kita semakin terlelap, tapi semakin melambungkan angan kita akan upaya menggapai impian kita. Keyakinan dini bisa dibilang memunculkan animo sesaat saja akan impian yang menjadi nyata, tapi kenapa tidak sedari dini kita yakini bahwa impian akan terkabul, animo sesaat bukan pada waktu kini saja tapi lebih kepada kita sadar akan realitas yang ada bahwa sejatinya kita butuh sandang,pangan,papan,pekerjaan,pendidikan dan hingga perabotan ini itu.

Sepetak tanah bisa berukuran panjang kali lebar sesuai kemampuan kita mengukurnya tak tertera pada ukuran panjang kali lebarnya, tapi lebih kepada seberapa jengkal tanah yang bisa kita syukuri dan menyadari bahwa itu titipan illahi. Betul keberagaman adalah bukan perbedaan akan tidak seragam, tapi keberagaman adalah warna-warni yang bisa padu dalam bingkai beda-beda tapi bisa tetap sepadan di hadapan Tuhan.

Uraian diatas merupakan daya hisapku akan apa yang telah sering aku dan kamu utarakan, memang baru beberapa paragraf saja, tapi awalnya aku utarakan juga ini cerita yang akan tetap bercerita dengan cerita yang telah akan kita uraikan dengan cara kita hingga dimana senja menuakan kita dalam kebersamaan senja dan Tuhan menutup usia duniawi kita.

Pernah aku utarakan dalam sebuah obrolan tentang kisah si dua pasang manusia yang akan bersama hingga usia senja bahkan dipisahkan dengan cara Tuhan, bukan janji semata dan juga bukan sekedar mengada-ada. Kembali lagi pada masing-masing aku kamu akan selalu sadar akan ada ragam warna-warni kehidupan yang akan diwarnai dengan ragam warna dari kebersamaan yang coba selalu kita yakini.

Uraian diatas juga menjadi ambigu jikalau siapa yang memabaca ini bukan aku kamu sebagai wujud nyata cerita itu, atau bahkan kita masih ambigu dengan kebersamaan ini jika kita tak pandai bahu-membahu merawatnya. Tapi beberapa kali aku bertuturpun akan ambigu jika tuturku sekedar mengingat tak ada upaya mewujudkan yang tertutur itu. Niat saja sudah cukup, ada yang bertutur begitu, tapi tak cukup disitu, karena realitasnya harus dibuktikan dengan upaya-upaya nyata.

Yakin saja tak cukup untuk tetap bersama, karena ada kenyataan yang harus dihadapi, benar keyakinan yang kuat membuat kenyataan itu ada, bahkan impian akan menjadi nyata dengan keyakinan dan upaya. Kembali lagi diriku meyakinai dan berupaya tetap bersama, berdampingan dan bukan siapa di depan, siapa di belakang, tapi siapa kita yang akan tetap bersama. Dengan begitu bersama itu tak sendiri dan saat sendiri kita sadar ada seseorang yang tetap bersama kita.

Aku ingat dengan kata “orang yang baik akan berada di tempat yang baik untuknya” tempat macam apa itu? Ya yang jelas tempat itu bukan sekedar area saja, tapi tempat itu adalah situasi kondisi dan manusia yang memang itu tempat yang baik buat si orang baik. Kenapa baik? Ya karena kebaikan bagi seseorang bukan berarti baik buat orang lain, maka keburukan akan tetap ada. Namun niat baik semoga terwujud baik walau persepsi orang akan berkebalikan.

Bukan aku kamu yang ada kini, tapi aku kamu di akan datang bukan sekedar nama dan embel-embel manusia, maka aku sepakat dengan berguna bagi lingkungan, yang jelas maknanya juga luas lingkungan ini, berguna ini juga luas maknanya.

Ya banyak sekali uraian yang akan tertuang tapi cukup ini dulu, perihal uraian ini adalah soal ingat akan kebersamaan yang coba selalu kita ketahui dan jalani.

Serasa baru kemarin aku mengenalkan diri denganmu, tapi melekat erat dalam ingatan soal senja menuakan kita dalam bersama dan tetap menuangkan cerita dengan cara kita, tak akan sebentar dan tak akan lama usia duniawi kita, maka kita harus terbiasa dengan hal-hal yang kadang kita anggap istimewa, karena istimewa buat kita belum tentu buat orang lain, jadi biasa saja dengan tetap sederhana membiasakan diri untuk bersama.

**Di kamar rindu menanti pagi berteman sepi. 26-1-2014

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s