tentang dimana

menatap tajam
mendengar sayup-sayup
merasa tahu ini itu

menjadi malu
menjadi satu
menjadi ranum

ceria kata
tertawa rasa
derap langkah pasti lunglai saat senja

sapagi mentari,seterik siang
secangkir kopi
semrawut jalanan
seriuh pasar

menghirup terus menghirup aroma wangi
wewangian yang akan berbau
semerbak kian menusuk hidung
sebiasa wangi tetap wangi

masih terjaga
hingga saat senja dan renta
tetap berjalan dalam riuh
menutup mata, mencoba tuli, bersuara lantang
ah, biarkan busuk akan hilang diterpa udara.

# Ini tentang dimana aku terdiam dari suara lantangku yang menolak diam. aaah…nampaknya aku ini sekedar bersenandung ria dan ikut ambil bagian dalam riuh. marilah bersyair sekejab saja. Ini syair jumat sembari tetap terjaga sebelum lelap dalam mimpi kehidupan (10.1.14)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s