bahkan aku menanti saat dimana senja menuakan kita dalam kebersamaan

1381318624835
“I am very very sorry for everything what I say, I just want to you know what I feel, and just want to you know who I am. I am still trying to love you more than yesterday, hope to see you soon and I will say I Love You” –BeTri

Tulisan ini bersenandung bak curahan dan candaan yang dibiarkan serius karena memang serius. Bukan juga bermaksud tidak serius. Dan entah elok atau tidak ini akan tetap terdokumantasikan sebagai bagian suara hati. Halahalah…..

Kalimat berbahasa asing di atas menghentakkan sadar pagiku. Itu bukan aku berkata seperti itu, itu kata dalam kejujuran seseorang yang membuatku perlu terus bersama. Tidak seperti biasanya obrolan dini hari kepada Tuhan berujung pada pengharapan kasih sayang. Bukan karena siapa lawan jenis yang mendampingiku, bukan juga soal siapa lawan jenis yang aku harapkan, bukan juga siapa lawan jenis imajinasiku. Aku cukup berkata kepada Tuhan;
“Jika Aku belum bisa berbuat banyak untuk perempuan yang ku sayangi, maka Engkau Tuhan Yang Maha Kasih berilah KuasaMu untuk aku tetap bersamanya”

Remeh temeh apa yang sedang terpikir dibenakku ini adalah agar biasa menyadarkan diri dengan nurani, bicara juga berbuat tetap sadar, (mungkin) Tuhan tahu tentang kisahku, (mungkin) orang juga tahu. Bahkan sebenarnya tak perlu tahu juga tak mengurangi rasa tahuku untuk mau tahu.

Aku menunggu saat dimana menikmati senja dengan secangkir teh dan saling bercerita. atau dengan pagi dimana saat mentari menyadarkan kita hari akan siang, bahkan aku menanti saat dimana senja menuakan kita dalam kebersamaan.

“Tak cukup nada-nada romansa cinta menghantarkan pada apa yang dinamakan kasih dan sayang”

Butuh sedikit aliran udara segar, menjaga sadar. Terbuai dengan kata manis dan tertiup dihempas angin. Nadaku tak naik tak turun tak juga bermaksud menghempaskan peganganmu dalam sadarku akan ijin Tuhan aku bersamamu.

(mungkin) ini senandung pagiku tadi yang membuka mata setelah penat menikmati dinihari dengan mata terbelalak. Menghalau semak memunculkan percaya bahwa akan baik sebagaimana biasanya. Amien.

*diruang rindu bertemu lagu 30-10-13

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s