Tulisan biasa saja ini

Ini perihal menanggapi perihal biasa. Kembali dalam kebiasaan, membiasakan biasa-biasa saja begitu seketika muncul dalam benak saya. Entah salah bicara atau melihat hanya dengan mata fisik saya. Perihal bertutur yang kadang bercanda dan bisa serius saat bercanda dibawa biasa. Soal perasaan adalah jangan bercanda pelajaran yang membiasakan saya akan rasa itu bisa terbiasa dengan sendirinya. Arti kata biasa bisa beragam dalam makna keseharian bagi saya.

Anggapalah saya makan nasi dengan telor dadar itu biasa saja, namun jika telor dadar itu dicampur dengan nasi yang digoreng itu menu bukan biasanya yang saya makan. Toh konsepsi biasa adalah saya mulai terbiasa, atau juga dengan biasa saya tak berlebih menyikapi suatu hal. Misalnya suatu ketika saya melihat perempuan cantik dan saya anggap itu biasa jika saya tertarik karena naluriah saya terbiasa sebagai pria yang tertarik dengan perempuan cantik, dan cantik itu biasa, wong toh saya juga dianggap tak tampan juga biasa.

Berteman dengan kawan juga biasa saja, karena teman selayaknya teman mestinya kita anggap biasa, jangan jadikan luar biasa, bisa disalah arti mungkin menjadi ketimpangan dalam membiasakan pergaulan sosial antar sesama teman atau sesama manusia, begitu juga ketika suatu saat saya pergi ke pasar melihat dan membeli kain bahan baju batik saya anggap ini biasa saya lakukan supaya pertemuan dan transaksi dengan penjual kain itu menjadi biasa agar jalinan pembeli-penjual tak kaku.

Tadi sore saya menyambangi kawan di kontrakannya, dan sudah biasa sebenarnya saya ke kontrakan itu, tapi menjadi tidak biasa ketika memang tujuanya berkeliling kota mencari tempat tinggal baru, karena tempat tinggal ini biasa kami perlukan untu tetap biasa beraktifitas di wilayah Jogja. Pernah juga dan biasa sering melakukan berkirim dan berbalas pesan singkat entah SMS bahkan sekarang biasa dengan WhatsApp yang lebih biasa saya gunakan berkirim kabar dan pesan entah pada teman yang biasa atau tak terbiasa.

Dalam sebuah lagu berjudul “Jatuh Cinta Itu Biasa Saja” milik Efek Rumah Kaca. Saya memaknakan dalam lirik itu bahwa tak beranggapan sepele soal cinta. Kenapa mesti biasa saja? Kuncinya adalah agar kita tak mudah berpaling dari cinta, bayangkan jika konsepsi jatuh cinta ini menjadi seketika ‘luar biasa’ semua akan diunduh dan diluapkan sekenanya tanpa mau membagi cinta hingga kelak dihari tua tetap biasa bisa merasakan cinta.

Sebenarnya juga tidak benar ketika hal biasa menjadi hanya sekedar biasa. Contoh saya mulai terbiasa dengan saling menyambut pagi dan menutup malam dengan bersalam dan berkabar dengan kawan. Kebiasaan itu ketika suatu saat menjadi kaku bahkan sudah tak biasa melakukanya akan menjadi biasa dengan tak berkabar dan biasa rindu akan pesan yang biasa. Nah ini perihal biasa yang mandeg alias berhenti maka kemudian menjadi biasa bertanya ada apakah?.

Mungkin kebiasaan bercanda bagi saya adalah biasa. Bahkan teman ada yang bilang saya lebih biasa bercanda daripada serius tentunya aturan main pribadi saya disesuaikan dengan konteks saya bercanda dengan siapa, ada yang bercandanya tidak saya anggap biasa, bahkan yang terbiasa bercanda saya anggap sudah sewajarnya. Toh suatu ketika pada seorang teman saya tetap serius dengan tetap biasa bercanda. Nah begini ini mungkin biasa saya tak perlu tulis, tapi karena konteksnya kebiasaan menulis saya sedikit terpacu untuk menuliskan hal yang biasa ini maka biasalah ini tulisan yang memang seadanya dengan dalih biasa.

Cukup biasa saja tulisan ini. Hehehe….
“Tetap bercanda dan tertawa biar biasa dengan keseriusan yang kadang menjadi belenggu dan sukar tertawa.”

#dari ruang kamar biasa saya tidur malam, 14-10-13

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s