Merdeka. Ketentuan dan syaratnya bagaimana?

Pagi ini setelah kemarin euforia kemerdekaan ramai dibicara banyak orang di negeri indonesia. Adikku, dewi yang baru kelas enam madrasah ibtidaiyah sudah ku belikan sepatu baru untuk upacara perayaan 17-an yang akan dilaksanakan pada 19 Agustus 2013, hari Senin besok. Begitulah dia dengan berbahagia akan sepatu barunya. Mungkin bukan mau pamer atau apalah, tetapi esensi baru itu sebenarnya jangan pada baru saja yang disenangi tapi pada baiknya. Karena sepatu baru bukan berarti baru dibeli dan masih berbungkus, bisa saja baru dicuci, atau bahkan baru mencurinya. Sudahlah sepatu baru adikku itu memang baru beli di toko sepatu.

Kembali tentang perayaan kemerdekaan. Iya 68 tahun sudah penanda usia merdeka indonesia. Dan ingat sekali saya tentang 17-an di kampung halaman saya sana di wilayah kabupaten wonosobo. 17 Agustus dan detik-detik proklamasi pukul 10 pagi tidak akan terlaksana pada tanggal 17 Agustus. Di wilayah kecamatan kaliwiro-nya akan terlaksana itu di tanggal 17. Tapi di kampung saya desa kauman, maka pilih tanggal giliran yang akan di mulai dari tanggal 18,19,20,21, atau 22 dalam perayaan kemerdekaan indonesia.

Masih kental dan merupakan ajang bermerdeka dengan semerdekanya begitulah saya berujar. Iya tak tepat di hari ke-17 di bulan Agustus namun setiap tahunnya perayaan ini adalah kesenangan bagi warga. Tanpa dipungkiri momentum 17-an adalah tanda indonesia dikata telah merdeka. Di kecamatan dilaksanakan tanggal 17 di desa-desa dalam wilayah kecamatan bergantian merayakan. Karena ini ajang meriah, ada kuda kepang, tarian, lomba-lomba ala 17-an, dan yang jelas ada upacara bendera serta detik-detik proklamasi. Rentetan agenda acara ini yang menjadi maknet warga dari desa lain untuk hadir ke desa lainya ikut merayakan 17-an.

Ramai, senang, dan mungkin bahagia katanya. Oke. Anak-anak sekolah dasar dan madrasah di kampung saya akan berbaris dari sekolah dengan biasanya pakaian yang dikenakan dikata baru. Saya dulu sewaktu sekolah madrasah hampir tiap tahun meminta sepatu baru untuk 17-an. Hahaha merasa merdekakah dulu itu? Atau adik saya yang juga akan ikut upacara besok senin akan merasa merdeka seperti dulu kakaknya ini.
Magnet hiburan rakyat, pedagang dadakan, dan hadiah-hadiah cukup menggiurkan bagi warga. Tapi itu anggapan saya.

Ya memang merdeka itu disegala aspek dalam hidup. Bisa saja saya belum tidur sampai larut pagi itu saya merasa merdeka melawan kantuk atau saya berjuang untuk tidak tidur. Pokoknya apa saja sih kalau merdeka itu anggapanya pada kesenangan, kebebasan, bahkan pembebasan, bahkan lagi dikaitkan dengan kepahlawanan serta para pejuan kemerdekaan.

Tentunya hak siapa saja buat merdeka. Asal jangan mau dipaksa merdeka, jika merasa saja apa itu merdeka juga belum, atau merdeka merasa kebebasan ada dimana-mana padahal kita tidak bebas karena bebas ada syaratnya atau sesuai ketentuan yang berlaku atau juga jika dalam iklan promo dan kuis ada pajak ditanggung pemenang. Nah loh… bagaimana ini? Semoga segelintir merdeka ini barokah. Apa malah indonesia merdeka dengan ketentuan dan syaratnya belum ada? Atau apa atau ini atau itu.

Sudah-sudahlah
Sekali merdeka
Maka kedua,ketiga bagaimana?
Apakah tetap sekali merdeka tetap merdeka?

Semoga sang ibu pertiwi tetap kasih untu anak negeri ini.

Makasih para pejuang dan pahlawan.

Merdeka!!!
Merdeka!!!
Merdeka!!!

*diatas loteng dari kontrakan numpang. 18.8.13

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s