Lebaran Liburan (roro jonggrang)

image

Oke terkait dengan lebaran lagi yang saya jadikan momentum menulis cerita ini.

Dari lebaran kedua hari Jumat kemarin dan hari ini yang Minggu, ke beberapa tempat dengan sodara perempuan saya. Dewi, gadis kecil usia 11 tahun, anak kedua dari ayah-ibu saya, saat ini baru menduduki kelas enam Madrasah Ibtidaiyah sesama dengan Sekolah Dasar. Ia beda usia,beda kelamin,juga mungkin era pergaulan masa anak beda dengan saya.

11 tahun sudah memiliki ponsel, diajarin komputer bahkan boy and girl band sudah tak asing lagi. Mungkin ini sudah era dia, saya dan yang lainya baik orang tua maupun seumuran saya kadang anggap aneh dengan konsumsi anak-anak,baik dari alat permainan,nyanyian,tontonan bahkan gaya berpakaian yang ikut mengunyah modern. Hahaha… udah eranya ya jadi terimalah dan tetap ajarkan keluhuran budi juga pekerti dalam hal apa saja boleh.

Oh iya lebaran lagi. Jumat kemarin saya ke jogja bersama dewi, inginya mengenalkan jogja cara saya tapi jadinya kunjungan wisata lebaran kebeberapa tempat, kota jogja sekitarnya dengan keliling mengendarai motor, lanjut hari Sabtu, dewi pengen banget tau kaya apa sih ‘roro jongrang’ (patung), wahaha… langsung deh komplek Candi Prambanan kami kunjungi.

Kata dewi dalam buku sejarah yang ia baca menjelaskan mitos terbentuknya candi prambanan dan ada patung (arca) ‘roro jonggrang’ sebagai pelengkap 1000 patung(candi/arca) karya magis bandung bondowoso. Dia penasaran dimana letak roro jonggrang dan macam apa bentuknya,kok katanya roro jonggrang nan aduhai. Dalam pikiran saya menjawab meh ngopo to jane koe ki dek? Roro jonggrang ki wis ra ayu loh ( mau apa sebenarnya kamu itu dek? Roro jonggrang itu udah ndak cantik). Tapi tetap berkunjung ke Prambanan adalah jawabanya.

Dengan tiket masuk 60ribu untuk dua orang, kami ikut ramai riuh pengunjung prambanan. antre, panas, jalan kaki, berdesak-desakan masuk candi, hingga dewi yang ndak jadi foto ama turis mancanegara (bule). Yang jelas saya lega mengedukasi sekenanya tentang Prambanan sesuai yang saya tau.

“Dewi, candi ini adalah candi Hindhu,umat Hindhu kalo ngerayain nyepi disini juga, terus itu candi Siwa kalo masuk pakai helm soalnya berbahaya belum kelar di pugar kayaknya, patung roro jonggrang saya ndak tau dimana naruhnya, ntar kita beli buku cerita,terus ke museum juga, sekarang foto dokumentasi biar terbukti kamu telah ke prambanan,” saya memaparkan ini itu, tapi dewi hanya “oke, oooh, terus,” ya sudah museum dan buku bacaan jadi pelengkapnya biar cari tahu sendiri dia.

Keluar komplek candi menuju museum ada penjaja buku tentang prambanan,ratu boko, dan borobudur. Beli satu 2 ribu, tiga 5 ribu. “Oke tiga ya mas,” usul dewi. “Oke deh”.

Oh iya soal foto dengan bule si dewi gagal nampang gara-gara malu atau takut lebih item dari bulenya, padahal sudah saya utarakan maksudnya ke bule dengan excuse me bla..bla… sekena bahasa inggris saya. tapi memang jawab dewi “males mas ntar bulenya ndak nyaman, dia kan lagi mau menikmati wisata, ntar kita ganggu dia.” Hahaha… okelah dek, betul mungkin kamu ini.

Museum dan lapar dua godaan bagi dewi. museum membuat dia tertarik untuk tahu kaya apa roro jonggrang yang katanya ada di museum rupa bentuk fisiknya. maka lapar adalah butuh makan makanan, eh… tapi roro jonggrang menjawab lapar dia yang lain. mungkin naluri dia sedang tertuju pada jalan pencarian jawaban-jawaban dari beragam pertanyaannya.

“Oh roro jonggrang itu ndak berpakaian makanya aduhai, dan bandung bondowoso terpikat karenanya”. itulah penjelasan dewi ke saya ketika keluar dari museum.
Kalo saya terjemahkan dengan bahasa jawanya maka “oh roro jonggrang kui wudo, mulane semok, njuk bandung bondowoso seneng dadine.”

Owalah itu yang dia dapat!!! Hahaha… saya terangkan deh sejarah ini itu Prambanan, sambil dia duduk dan membaca buku. dan lapar makanannya jadi sejenak lupa.
image

Itulah sedikit saja cerita. Dan saya belajar lagi sejarah, mencoba membelajari anak-anak, belajar mau tau yang penting.
Hehe…Sepele ringan remeh keliatanya, tapi roro jonggrang memang aduhai… aduhai ini dalam hal fisik boleh, non fisik juga bolehehehe….

*dari rumah simbah. KlwrWsb.11.813

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s