Lebaran, (belum) sudah selesai

image

Taqoballahu mina wa mingkum
Taqoballahu ya karim
Minal aidin wal faidzin
Maaf lahir batin

Sugeng riyadi,  Selamat idul fitri, selamat lebaran.

Tanggal delapan bulan Agustus Tahun dua ribu tigabelas yang bertepatan juga dengan 1 Syawal 1434 H. Umat Muslim merayakan hari yang sering dikata kemenangan. Entah persepsi kemenangan seperti apa dari tiap manusia, apakah menang dari melawan angkara, menang dari momentum ramadan setelah satu bulan menahan berbuat dosa dan berbanyak cari pahala. Semoga ramadan yang dilalui bukan momentum belenggu diri hingga pada hari nan dikata kemenangan kita lalai untuk tetap berbenah diri menyiapkan dunia untuk menuju akherat.

Kartu ucapan lebaran saya juga terima, mungkin jasa Pos sangat berjasa dalam hal ini. Operator seluler tak hentinya memudahkan saya berucap maaf silaturahmi walau tak jumpa muka cukup suara dan kata pesan singkat. Internet marak membungkam suara hingga dengan emot lucu dan gerak animasi pesan chat lebaran cukup menggairahkan membuat saya duduk senyum ceria memantau jejaring sosial.

Aaah… Tuhan. Kuasa Mu luar biasa. Tak nampak muka suara bicara, gambar bercerita, tulisan santun tersebar, hingga macam ragam alat komunikasi makin canggih saja mengajak bersabar memilikinya.

Telepon seluler sedari ba’da sholat Ied bergerilya menyambungkan silaturahmi ala lebaran antara keluarga disini dari kampung kelahiran saya dengan mereka di borneo, jakarta, batam, palembang, jambi, lampung, hingga sulawesi. Ada ayah-ibu tante, om, kakak, sodara ayah, sodara ibu, sodaranya sodara juga. Kita membuat tawa,tangis, cerita dan tanya jawab serta doa-doa.

Yang muda menghampiri yang tua menyalami meminta doa restu juga sebaliknya yang tua membagi wejangan dan bertanya kabar bagaimana kini yang muda. Atau sebaliknya yang tua ke yang muda.

Jarang bertemu muka membuat saya dan sebagian besar warga lainya berkeliling kampung menyambangi rumah-rumah bersilaturahmi melebarkan di hari yang lebaran.

Dalam nalar saya pribadi kata ‘lebaran’ itu dari jawa artinya ‘sudah kelar atau sudahan’. Karena sudah melewati ramadan dan memasuki bulan syawal dimana seharusnya ramadan jadi wadah pondasi agar bangunan imanya lebih kokoh. Bukan sudah selesai membangun iman hanya di ramadan. Toh bagi saya urusan dunia adalah alasan kenapa manusia ke akherat. Jadi jangan cari akherat kalau dunia juga lalai. Atau sebaliknya?

Lebaran ayo kita lebaran,
Banyak makanan juga minuman,
Baju baru,
Sendal baru,
Sepatu baru,
Mungkin pendamping hidup juga baru,
Atau rumah baru,
Teman baru,
Atau apalah baru itu,
Semoga tetap bersyukur.

Selamat lebaran.
Jalin silaturahmi dan saling berbagi.

*dari kampung kelahiran dengan nada-nada berusaha tau. 8-8-13

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s