Jangan cukup bosan

Mereka menangis entah sedih atau sekedar berbagi air mata saja, tanpa sekenario jelas air mata bercucuran dari masing-masing manusia diruang itu. Yah tepat setelah sang manusia yang siap memimpin punggawanya dalam mengemban tanggungjawab organisasi entah bejo atau untung itu semua terjadi, yang jelas nama Untung manusia satu ini menjadi pimpinan baru organisasi kemahasiswaan dalam lingkup jurnalistik yang dua periode lalu saya juga pernah memimpinya. Entah dalih apa mereka yang berada diruang sidang pemilihan pimpinan menangis.

Saya sendiri tidak mengucurkan air mata tapi ada sendu dalam jiwa, bukan duka , ini suka dalam balutan mesra bersama keluarga yang tak ada ikatan darah namun kami diikat dalam kebersamaan ruang gerak berorganisasi, entah juga tiba-tiba ingat beberapa kawan yang tidak ada diruang itu, mereka kemana? Mereka sedang apa? Apa mereka masih mengenang bahkan ingat organisasi ini? Sudahlah suasana sendu tak tertahan, senyuman kemana-mana siapa saja diruang itu melepas dahaga padu dalam kebersamaan untuk tetep belajar dan terus belajar.

Tangisan ini tidak terbatas, kami tak merasa terbatasi oleh jarak. Kami tetap mendaki mesti bukan ketingiian yang dicapai. Tak cukup disini dan tak hanya diruang itu. Saya memandang setiap wajah yang ada diruang itu, entah dia yang lebih tua usia atau yang muda usianya, mereka sama, sama-sama dirayu untuk tetap teguh, memang ini baru terjadi, ada 13 manusia baru dan 5 manusia yang siap menahkodai organisasi ini. Mereka harus tak merasa hebat tak merasa pandai karena mereka tetap harus berpacu dengan pengetahuan dan kerja-kerja organisasi ini.

Saya dan 4 manusia yang lebih tua usia juga lebih dulu masuk dalam organisasi ini entah termangu atau tertegun memandu mereka agar tetap kuat, ada juga 4 manusia lain yang masuk setelah kami ber 5 mereka yang mengawal 5 dan 13 manusia yang mengurusi organisasi ini, mereka juga kuat. Ada manusia-manusia lain yang mesti tak hadir dalam ruang itu namun tetap ikut menjaga organisasi ini tetap kuat dengan langkah lain.

Yah organisasi ini bernama Lembaga Pers Mahasiswa Journal. Organisasi ini bukan wadah iseng ini wadah belajar. Bidang jurnalistik yang menjadi haluan tak menutup diri untuk belajar bidang lain. Mungkin disebagian mahasiswa wadah semacam ini tak diperlukan tapi manusia-manusia didalam organisasi ini entah yang sudah alumni atau yang anggota wadah ini adalah wadah yang menyenangkan, membosankan, memusingkan,menjemukan bahkan wadah yang mencerahkan, bukan soal rasa nyaman atau tidak nyaman tapi ini lah organisasi yang selayaknya patut menampung kami. Inipun pendapat saya entah kawan-kawan saya berperndapat tentang organisasi ini.

Doa saya yang ikhlas mendoakan buat adik-adik yang sekarang akan menjaga organisasi ini semoga mereka tetap belajar jangan cukup bosan karena banyak pembelajaran yang bisa dimulai. Selamat atas Untung yang menjadi pemimpin baru diorganisasi ini, dewasalah dan belajarlah dengan kolegamu diorganisasi ini.

Cukup
dari ruang rindu tertanggal 27 juni 2013

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s