Secuil cerita jumat

Kemarin. Jumat malam 26 April 2013, disebuah swalayan di jalan solo (jln.A.Yani) saya bertutur sapa dan ngobrol dengan bapak juru parkir asal jakarta yang sudah delapan tahun tinggal di jogja. dia memiliki empat anak yang sudah berkeluarga dan bekerja di jakarta. Panggil saja pak Ar namanya, itu bukan nama samaran tapi nama yang terucap dari dia ketika obrolan kami berakhir karena saya segera akan pulang. Pak Ar cerita kalau di jogja tak mudah bergerak dalam arti mencari dan menjadikan sesuatu sebagai pekerjaan dan menghasilkan uang. Lebih dalam lagi dia bertutur jika di jakarta waktu dua jam bisa menghasilkan uang atau bahkan satu menit menjadi juru parkir sudah bisa mendapatkan uang, jadi di jakarta waktu itu bisa dikatakan adalah uang. Sebenarnya menurut dia di jogja bukan tidak bisa mendapatkan uang dengan waktu yang sama di jakarta, tapi lebih kepada suasana dan keadaan tempatnya saja yang berbeda.

Awalnya saya sekedar ingin duduk dan menghisap rokok karena sedari sore bungkus rokok dalam tas tak tersentuh, bukan karena sedang berhemat atau coba berhenti merokok tapi memang tak memungkinkan merokok ketika saya bekerja dari sore itu. Alhasil menghampiri pak Ar yang sedang duduk sambil merokok, maksud hati agar bisa saling berkenalan dan ngobrolpun bersambut, sembari menunggu teman yang sedang membeli susu untuk anaknya, saya dan pak Ar diberi ruang silaturahmi.

Pak Ar ini berusia 50 tahunan sesuai ucapnya, berkumis tipis yang sudah beruban, dengan raut wajah sudah menua, tak nampak lebat atau tidak rambutnya karena dia bertopi dengan warna merah,kaus yang dia kenakan berwarna biru, ciri-ciri fisik itu yang terekam dalam ingatan saya. Dan dia lebih memilih rokok keretek 234 ketimbang rokok mild yang saya tawarkan.

Delapan tahun tinggal dijogja belum waktu yang lama bagi dia, karena sebelumnya dia tinggal dijakarta sejak kecil, hingga kemudian pindah di jogja dengan istri yang kebetulan asal jogja. Di jakarta pak Ar telah mengalami beragam kerjaan. Di jogja saat ini dia menjadi juru parkir swalayan yang memang tidak saya tanyakan berapa nilai uang yang dia dapat dari pelerjaanya. Ya karena tak perlu juga saya bertanya itu toh saya juga sedang tidak wawancara atau survei penghasilan juru parkir.

Perihal kenapa di jogja dia tak bisa bergerak lebih soal pekerjaan karena memang menurut dia dijogja itu nyaman tapi juga harus lebih keras berusaha jika hanya nilai uang yang ingin didapat. Bagi dia bukan perihal uang lagi tapi mau bersyukur atas rejeki Tuhan itu penting. Dia juga bertanya saya bekerja dimana, saya jawab saja saya masih kuliah tapi sambil kerja sampingan jualan atau ikut motret, pak Ar bertanya juga saya kuliah apa, jurusan IT saya kuliahnya di kampus Amikom, sudah semester ke sepuluh tahun ini. Pak Ar pun mengiyakan dan tak bertanya lebih jauh soal kuliah saya.

Perihal kuliah dia berujar bahwa tak masalah koq kalo kuliah lama, toh bukan nilainya saja yang perlu didapatkan atau bukan sekedar gelar sarjana yang didapat, tapi coba asah kemampuan dan berusahalah kerja. Kerja ini maksudnya bukan dalam arti bekerja menghasilkan uang saja lho maksud pak Ar, menurut dia kerja itu perihal mau terus belajar juga bersyukur atas apa yang Tuhan berikan.

Hampir lima belas menit kami ngobrol dan dua batang rokok berhasil menjadi putung rokok. Ketika teman saya sudah selesai membeli susu, saya segera berpamitan dan bersalaman sambil menanyakan nama pak Ar dan menyebutkan nama saya iman. Terima kasih pak Ar mungkin cerita ini tak menginspirasi atau bahkan tak elok, tapi yang jelas pak Ar memberikan pelajaran untuk mahasiswa seperti saya yang belum bisa memaknai pekerjaan seperti pak Ar, tapi proses kesana pasti ada, salam buat anak dan istri pak Ar. Semoga kita dalam limpahan karunia Tuhan dan tak lupa bersyukur. Amien

PCGP | 27.4.2013

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s