(2)“maunya cepat jadi atau maunya cepat bisa”

Karena masih bersambung sinetronya maka saya tuturkan kembali tentang instan dan perubahan. Koq saya mengaitkan sinetron, instan dan perubahan ya? Hemmmm…. Begini saja. Alhasil saya belajar sebab-akibat dan proses kemudian tontonan yang menjadi tuntunan.

Menurut saya si cowok tajir dan cewek tajir itu ada memiliki sifat “maunya cepat jadi atau maunya cepat bisa” atau tiba-tiba ada dan tiba-tiba bias. Mereka dilahirin langsung tanda kutip tajir. Mereka lahir tidak tau sebab mereka tajirnya mereka bagaimana prosesnya dan hingga mereka menjadi tajir. Yang jelas saya sebagai penonton sih sebatas menyikapi dan memikirkan dua aspek sebab-akibat dimana dintara itu ada proses alias peristiwa yang terjadi. Bias saja orang tua mereka dulu juga orang yang tidak biasa, hingga menjdai tajir dengan usaha mereka merintis usaha atau bekerja keras. Kemudian bagi si cewek dan cowok yang tidak biasa tadi pasti akan mengalami peristiwa atau proses hingga akhir episode sinetron. Bias saja si cewek tidak biasa tadi pacaran dan nikah dengan cowok tajir tadi, atau sebaliknya juga karena tahu cowoknya yang tajir pacaran dan nikah dengan cewek laian maka si cewek tajir juga bertindak hal yang sama. Maka dari tontonan tadi saya coba menuntun diri saya untuk coba jangan bertindak tanpa berpikir alias “maunya cepat jadi atau maunya cepat bisa”.

Kiranya sinetron sebenarnya memberikan tuntunan bagi saya dan mungkin bagi siapa saja. Asalkan satu yang perlu kita ingat bahwa sinetron iti dipertontonkan pastilah ada proses pembuatan sinetron da nada sutradara sebagai penentu akan seperti apa kisah akhirnya? Soal istilah “happy ending dan sad ending” itu kan nanti pas cerita sinetron ini berakhir.

Kemudian begitu juga dengan kehidupan pasti aka nada perubahan walau bagaimana hasilnya nanti bahagia, suka, senang, berhasil, sukses, atau susah,sedih,luka bahkan mati itu yang menentukan bagaimana kita berproses, jadi harapanya saya pribadi sih jangan manjadi orang yang “maunya cepat jadi atau maunya cepat bisa” tanpa mau berusaha. Ingat ada sutradara dalam sinetron atau film atau apalah. Dan ingat juga ada Tuhan sebagai sang Maha Berkehendak. Dia Sang Khalik memiliki Kehendak terhadap makhluknya terutama terhadap manusia.

Cukup sudah semoga tidak menjadikan saya pribadi jumawa, dan ini tulisan yang coba saya utarakan sekenanya semoga juga berguna.

selesai

PCGP | 17-10-12

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s