Pagi setelah malamku tanpa biasa

Kambali pagiku indah Tuhan.malam tadi berlalu bukan begitu saja tanpa biasa, tapi malamMU luara biasa.

Bagaimana tidak malam tadi tanpa biasa? Karena malam tadi saat dimana ada manusia-manusia yang berbeda kelamin, agama, asal dan beda fisik dan pemikiranya dengan diriku.yang jelas manusia-manusia itu dipertemukan dengan diriku dalam wadah untuk bersama belajar dan bermain.

Malam tadi kami tak mengerti kenapa kami perlu bertemu dan berbaur. Aku bilang kami bukan maksud kami semua sama dalam pemikiran, kami tak mengerti disini karena kami mencoba mencari lagi artinya.

Bermula dari lemparan kata beberapa paragraf didunia maya, kemudian beberapa ungkapan risau akan perjalanan diri, saling sapa dan mencoba merencana agar malam tadi terjadi tanpa biasa, toh merencana malam tadi bukan dengan sekenario malam tadi begitu, karena sekenario itu sudah ada dan kami sedang coba mencari lagi artinya.

Waktu dan tempat telah ditentukan walau awalnya ber-4 saja berbahas malam tadi tapi kemudian kami menjadi ber-7, dan yang pasti ber-7 lebih ramai, waktu dan tempat yang sudah ditentukan berubah seketika. Kalo alasan pribadiku jika dengan tempat yang telah ditentukan maka kami tak jadi ber-7 mungkin ber-4 saja, ber-5, ber-6, ber-8 atau berberberapa.

Ber-7 itu; si Tha, si Ki, si Ben, si Cha, si Bow, si Sam dan diriku.

Makan bersama di tempat si Cha yang semoga Tuhan selalu memberi berkah terhadap usaha dan dirinya dan lingkunganya, serta berkah Tuhan juga tercurah untuk kami semua. Melihat ajang adu bakat nyanyi, guyon belaka hingga diriku pribadi merasa “loro”, si Ki makin loro, dan si Tha ketularan, si Ben berkumis membuat si Ki dan si Tha gumun, si Sam menenteng helm fullmukanya kemana-mana, si Cha tlaten ngurus usahanya, si Bow masih dengan kacamatanya, dan diriku berada diantara mereka untuk menelaah siapa diriku dan dari mana aku hingga berbaur dengan meraka ini yang begini ini mereka, syukur yang teramat mewah bukan hanya karena mereka saja, tapi karena waktu, tempat, yang lain dari kami ber-7, lingkungan dimana kami bertemu, dan siapa saja, dimana saja, karena semua tanpa biasa saja.

Menjelang dinihari alias tengah malam kami sepakat keliling muter alun-alun, bukan tanpa kaki tapi dengan mengayuh pedal sepeda modifikasi yang dihiasi lampu dan berbentuk mobil manual alhasil muat untuk ber-7. keliling 3 kali cukup bagi kami. Bukan berapa banyak kami muter alun-alun tapi senang, segan, plong, hure-hure, teriak-teriak, terbahak-bahak dan dan pokoknya. Suwun yo mas dab lan mbak.lagi kapan kita bercengkrama dalam suasana yang lebih membahana.

Sudah saja semua itu berlalu, pagi ini diriku terbangun lebih pagi dengan tanpa tidur nyenyak.entah kenapa beberapa hari mata sukar terpejam dengan nyaman. Hehehe…

Tulisan ini menggodaku untuk tertawa,ini masih pagi menurutku, karena pagi ini setelah malamku tanpa biasa.

PCGP | 2-6-12

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s