Mari.

“Merapat segera dan bergegas untuk kemasi perlengkapan..”

“Berbuat lebih dan jangan setengah-setengah mas, semua perlu usaha dan jangan menyerah disatu hal, bahkan kalau ketemu kegagalan itu adalah nikmat yang memang harus dinikmati, dan entah kapan lagi nikmat gagal itu akan terulang, pastilah kita tak tau, soalnya gagal dan berhasil itu tak mesti dinikmati dengan hanya suka cita dan duka tapi cobalah bersyukur terus bersahajalah”

Entah pagi ini sudah tanggal 5 Maret atau masih tanggal 4 maret, tapi biarlah waktu terus berjalan sebagaimana mestinya. Jangan mengatur waktu yang sudah pasti, hari semoga akan tetap tujuh hari dan bulan tetap dengan dua belas bulan, dan jam tetap dengan dua puluh empat, atau penghitung masa yang lain tetap dengan hitungan dan tanda-tanda meraka. Atur saja diri kita karena bukan masalah kita mengatur waktu agar diri kita bisa tertib atau bahkan rajin. Toh kembali lagi waktu tetap begitu atau begini. Tinggal kita tentukan apa tujuan kita. Jadi jangan berhenti disini saja. Hari ini gagal masih ada hari esok. Jam ini terlambat, maka jam berikutnya jangan. Dan bukan berpikir jernih tapi berpikirlah dengan otak kita. Hehehe…..

Soal ujian memang kadang membuat kita mau belajar dengan apa yang akan diujikan. Soal tumbuhan maka ada daun. Soal anjing maka menggong-gong. Soal perasaan maka cobalah mersakan bukan hanya dengan mulut tapi dengan hati. Soal berpikir maka dengan otak. Soal bicara maka dengan mulut atau dengan pengeras suara entah kata atau nada. Soal kerja maka lakukan. Soal tanggung jawab maka seriuslah. Soal sakit maka obatilah. Soal gigi maka jangan bilang “lebih baik sakit gigi dari pada sakit hati ini” karena sakit itu sakit kan. Soal cinta siapa saja silahkan itu hak. Soal papan sandang dan pangan maka berusahalah. Soal menyoal ini itu maka jangan persoalkan jika itu tak menjadi soal.

Masih begitu pagi sekali alias malam baru saja berganti dini hari. Udara masih dingin ketika jemari ini mencoba bergerak kesana kemari diatas papan ketik laptop. Secangkir susu yang tak biasa saya nikmati ketika menikmati hari yang dini menemani dengan kemanisanya.

Terima kasih Tuhan karena hidup ini pasti ada kesiaan dan ketidaksiaan. Hari senin ini baru akan dimulai. Dan entah hingga hari senin berakhir saya telah akan melakukan apa saja. Pastilah ada saja yang belum terjadi akan terjadi. Atau bahkan tidak terjadi sama sekali.

Doa saya. Tuhan semoga ayah-ibu saya tetap bersyukur pada-MU. dan ketika dalam kondisi apapun mereka akan tetap dalam ridho-MU. begitupun saya Tuhan. Amien.

PCGP-5.3.12

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s