Anjing-babi, babi-Anjing

Makian itu datang
Kemudian pujian juga ada
Terus dari kerumunan nampak cibiran sinis para ahli
Dari sela-sela dinding kamar ada bisikan nakal
Dari ujung jalan samping rumah ada tarian orang menghina
Dari atas pohon rambutan jatuh buah merah manis yang menggiurkan
Ditoko sepatu ada koleksi terbaru sepatu kantor menggoda dimiliki
Jalanan masih sepi dan lengang

Sore tiada hujan datang namun entah kenapa murung durja suasana
Hati semakin mendayu-dayu menyanyikan lirik melayu yang membuat ngilu
Muka kusut tak tentu hingga terpancar masa depan suram

Anjing-babi jangan disalahkan
Tak perlu anjing-babi dipanggil

Buliran peluh memenuhi sekujur tubuh
Lelah
Sial bisa dibilang jika anjing-babi bergantian memanggil balik
Aliran darah naik turun tak tentu henti
Oh sudahlah merana berganti suka cita saat cahaya tiba
Kini, esok, lusa, kemarin, dulu dan kapanpun itu
Tiada besar diri karena sombong itu tak berarti
Kini atau kemarin bahkan nanti semua ada lembaran hikmah

Anjing-babi masih menunggui
Bosan sudah bosan sudah bosan
Teriak-teriak sampai anjing-babi benar lari kesana kemari
Anjing-babi tak bersalah tak usah panggil terus

Anjing-babi, anjing-babi berkali-kali hingga jorok mendengarnya

30-Nop2011

2 pemikiran pada “Anjing-babi, babi-Anjing

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s