Si Kancil dan Koruptor

Jadi kenapa saya coba menulis ini karena dalam ingatan saya teringat suatu hal yang bagi saya menarik dan apik buat mawas diri atau coba diingat saja. Ya terutama buat yang sadar bahwa mencuri itu tercela, dan lebih baik makan dari hasil ladang sendiri daripada ladang orang lain.

Awal Bulan Mei Tahun 2011 ini, saya ikut sebuah forum diskusi nah kebetulan saja saya lupa tanggal dan harinya maklum terlalu sering mengingat hal lain yang lebih dipentingkan.

Tak usah berpanjang lebar ya, langsung saja.

Pembicara pada forum itu, membuat saya berpikir kembali dan saya ingat sekali penggalan pembicaraan dia yang kalau coba saya jelaskan dengan bahasa saya begini :


Jadi kenapa sekarang para anggota DPR atau pejabat pemerintah tidak merasa malu melakukan tindakan durjana mencuri uang negara alias korupsi, ya karena sedari kecil dulu saya (baca: saya pembicara) dan mungkin para pejabat itu terbiasa mendapat nyanyian kanak-kanak bahwa perbuatan mencuri itu sekedar nyanyian buat anak-anak belaka yang di dalam lagunya menceritakan tentang Si Kancil lebih jelas berikut ini lirik lagunaya Si Kancil anak nakal, Suka mencuri timun, Ayo lekas ditangkap, Jangan diberi ampun,” jadi para koruptor beranggapa itu hanya nyanyian belaka yang tak bermakna atau koruptor berpikir bahwa mencuri itu cerdas bagaimana tidak masa kecil para koruptor diceritai bahwa Si Kancil anak nakal yang suka mencuri timun adalah binatang cerdas bisa menipu binatang lain. Jadi benarlah sudah mainset mencuri itu boleh, lucu, apik, tidak masalah atau bahkan “cerdas”.

Padahal kalau dimaknai benar lagu nyanyian sikancil bermakna luas, Si Kancil anak nakal,Suka mencuri timun, Ayo lekas ditangkap, Jangan diberi ampun, nah pada nyanyian tadi ada Ayo lekas ditangkap, Jangan diberi ampun yang seharusnya menyadarkan temen sejawat para koruptor, atau disini pemerintah yang punya wenang untuk menjebak Si Kancil yang mencuri timun (baca: koruptor sang pencuri uang negara). Menjebak disini jangan disalah arti, bahwa menjebak dengan hal benar “cerdas”nya, pemerintah harus tegas untuk membasmi korupsi, jangan diam saja atau ikut-ikutan jadi Si Kancil anak nakal.

Semoga saja bermanfaat, dan kenyataan yang ada bisa saja para koruptor beranggapan bahwa Si Kancil memang nakal tapi Si Kancil Cerdas, toh para koruptor makin moncer kesana-kemari, dan banyak pula Kancil-kancil baru yang siap mencuri timun.

Jangan-jangan lahan para petani yang untuk menanam timun juga akan habis di curi Si Kancil tadi. Owalah Kurang Ajar Tenan Koruptor. Jadi Negeri nyanyian saja kalau begitu. Haha… (13/05)

3 pemikiran pada “Si Kancil dan Koruptor

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s