Memanusia: Sebatas Tau, mendengar, melihat atau merasa

Pernah bertemu, tatap muka, dan saling sapa
Kemudian ada pernah lisan berujar kesana-kemari
Seorang teman hingga menguatkan argumen-argumen yang ada
Di satu sisi meng-Iyakan
Pas lagi bisu benar-benar ndak ada yang tau
Dikata iya
Sebatas terbawa suasana apa hanya mengada-ada

Oh iya, Tuhan selalu memberi Rahmat makhlukNya
Sisi kali sisi bisa jadi berambisi
Tapi, kali ini yang menguatkan sisi-sisi berhamburan
Menempuh jalan bimbang dan memutari kebingungan

Oh iya, Tuhan Maha Pengasih dan Penyanyang
Tuhan tak serupa dengan MakhlukNya
Tapi Tuhan Maha Tau apa yang makhlukNya mau
Apa-apa yang Manusia tak tau Tuhan tau
Jika manusia lebih tau,
Maka bisa jadi hanya sebatas tau sabagaimana kodratnya

Oh iya, Tuhan menciptakan manusia agar tunduk padaNya
Kemudian jika manusia hidup di suatu golongan
dan harus mematuhi apa yang ada di golongan tersebut
sebagaimana ” Dimana bumi kita pijak, di situ langit kita junjung,” sebuah pepatah
Begitu maksud dari “mematuhi apa yang ada di golongan tersebut”
tapi lagi, Bukan manusia harus ingkari Tuhan

Oh iya, Tuhan Maha Mengetahui

Nah, manusia dengan segala keistimewaanya menyapa
Memberi warna dunia,
Mencoba mendandani diri dengan segala atribut keduniaan
Mencoba berkuasa, belajar untuk meneladankan diri pada manusia lainya
Coba mencontoh sifat-sifat keTuhanan
Namanya juga manusia
begitu juga “aku”
apakah tau apa yang manusia tak tau?
apakah mendengar apa yang Tuhan dengar tapi manusia tak dengar
apakah melihat apa-apa yang Tuhan tau tapi manusia tak tau

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s