Mengherningkan suasana

Sore itu nampak gerimis mengguyur kota dengan slogan sembada yang terletak di Propinsi DI Yogyakarta, entah apa yang dialami emen anak lugu dan periang yang masih asik dengan buku yang dia baca dari tadi, buku bersampul hitam dan memiliki beberapa halaman itu nampaknya makin mengasyikan bagi emen, kadang mimik mukanya berubah sesuai ekspresi bacaannya, memang aneh dia nampak terpojok dikehenigan ruang pertemuan yang seharusnya sudah ramai sesuai agenda rapat komunitas belajar yang diikuti aku dan emen, tapi rupanya ruangan itu hanya sudi disinggahi dua orang manusia saja aku dan si emen yang hening dan aneh aku melihatnya.

Emen seakan tak ambil pusing dengan agenda rapat sore itu, aku yang berada di sebelah pintu masuk dan duduk disebuah kursi panjang yang berhadapan dengan layar televisi , masih asik menonton ketidak pastian akan gambar bergerak stasiun televisi, semakin aku pencet remote control untuk berpindah-pindah chanel stasiun televisi maka semakin ingin pula aku membanting remote control yang aku genggam, tak tau kenapa padahal suasana sore itu merdu dengan campur aduk antara suara gerimis dan volume televisi. hah ada-ada saja otakku ini, sepintas dalam hati.

Emen senyum sendiri tak jelas apa maksudnya, bahkan kadang terlihat murung, aku tidak tau apa yang dialami bocah periang itu, sedari kita bertemu diluar ruangan kita hanya bicara sepatah dua patah kata, setidaknya tadi kami ngobrol tentang pejabat negara yang makin menggila dan memaksa diri demi memenuhi syahwat akan harta benda akibatnya korupsi merajalela. buku yang dibaca emen itu tak asing bagiku, rupanya sebuah novel yang menceritakan tentang Tradisi Ronggeng di sebuah dukuh yang dimana didukuh tersebut harus ada Ronggeng untuk menghidupkan kampung, Novel Trilogi Karya Ahmad Tohari Berjudul Ronggeng Dukuh Paruk, walau lebih jelas tentang novel tersebut aku kurang begitu menikmati maklum hanya sebatas resensi di dunia maya yang aku baca.

Pukul 17:00 ruang pertemuan masih dengan balutan hening, temen-temen yang seharusnya sudah datang rupanya ada aral yang membuat mereka tak ada kabar, entah karena gerimis apa karena apa aku kurang tau karena sejatinya Tuhan Yang Maha Tau akan Makhluknya. oh iya san, kamu udah ambil krs?, suara itu rupanya berasal dari seseorang yang sedari tadi asyik membaca novel dan membuatku gugup menjawabnya, be..ebe.belum men, mang kenapa men?, jawabku atas pertanyaan yang dilontarkan emen, ohh, sama kalo gitu, besok kita ambil bareng aja, lanjut emen. Akhirnya ada suara tanya jawab juga diruangan ini, Sahutku. Kami berdua berbincang kesana kemari hingga jam dinding menunjukkan bahwa sudah Pukul 17:40, maka dengan sepakat kami berdua menyudahi kebersamaan sore itu,segera pulang dan kembali kerumah. ya sudah.15/04 KamisMalam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s