Makan Siang

Caring Fellow

Di tepi jalan mancasan indah tepatnya di Warung Makan Bu Sud ada dua meja besar bentuk persegi panjang dengan dua kursi panjang untuk setiap mejanya, dan ada juga tiga meja bundar dengan dua kursi tertata rapi. Tepat di samping pintu masuk, ada saya dan tiga orang teman duduk sembari menyantap makan siang, teman saya bernama sabdo yang berbadan gemuk duduk berdampingan dengan saya, sedangkan taka dan zaman dua orang teman saya yang lain duduk di sisi meja yang lainya.

Di depan etalase berdiri seorang ibu yang menggendong anak sambil menyiapkan menu makanan yang ia akan beli, sedangkan anak laki-laki ibu tadi yang kira-kira berumur tiga tahun sedang asik mendekati seekor kucing di bawah meja makan saya dan teman-teman saya tadi. Dia dengan asiknya mau mengelus-elus kucing sambil berucap “meong,meong”, kemudian terdiam dan menatapi kucing tadi, tanpa sengaja saya ikut mengamati apa yang dilakukan anak tadi, tiba-tiba anak tadi berdiri dan menghampiri ibunya “mama kucingnya tadi bilang katannya tidak punya rumah, boleh ya ma dibawa pulang, kasian kucingnya” dengan logat cedalnya anak tadi berkata pada ibunya. Ibunya hanya senyum dan masih asik memilih menu makanan, anaknya melenggang dari hadapan sang ibu kemudian berlarian mencari kucing tadi.

Makan siang kali ini dapat satu pelajaran dari seorang anak kecil yang mantap kepeduliannya, nah sambil kami berempat melahap makanan kami saling senyum melihat tingkah anak tadi. Seorang pria berkulit gelap berbaju kotak-kotak dengan celana abu-abu, melantunkan sebuah lagu yang saya lupa apa liriknya, eh iya laki-laki tadi menenteng gitar dan memainkannya juga untuk mengiringi lantuanan lagu tadi.

Namanya anak kecil kepolosannya bener-bener polos, berlari dan menghampiri sang ibu dan berkata “mama, mama, masnya dikasih uang ma” . yang dimaksud masnya adalah laki-laki tadi yang menyanyi alias ngamen, entah dengan dasar apa anak tadi kok tau kalau laki-laki itu mencari nafkah dengan menyanyi. Sepertinya orang tua sang anak tersebut menanamkan sifat peduli pada sesama dan makhluk hidup lainya atau setidaknya anak tadi peduli dengan sekitarnya, jiwa sosial kecilnya membuat saya ikut memuji sembari senyum. Temen-temen saya yang sama-sama tau hal tersebut tertawa dan mengiyakan kalau anak tadi jiwa sosialnya mantap. (15/3)

Satu pemikiran pada “Makan Siang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s