Janjiku,Sumpah,Doa bahkan Ilusi saja

Adikku bilang “Mas belikan jajan”
Jawabku “Iya nanti mas beliin yang banyak”
Adikku dengan tingkahnya asik dan merasa beban otaknya sedikit longgar
Ibarat kata janji harus ditepati
Jangan sampai dusta melanda
Begitu juga apa yang telah ku utarakan pada adikku
“Jajanan” yang aku setuju beli harus aku beli

Kuasa, Kuasai
Menguasai, Berkuasa
Dikuasai, Bahkan semena-mena dan mengada-ada
Penguasa
Tak kuasa menahan bualannya agar tak keluar dari lisan
Tapi upaya berkuasa jadi ambisi
Berbagai teori dan analogi jadi asupan lidah berdramatisasi
Terucap
Terangkum dalam catatan janji
Bahkan malaikat juga mencoba menulisakan janji-janji tadi
Malaikat bingung begitu banyak janji
Hingga tak tau mana yang benar-benar jadi janji
Apa malah catatan malaikat berupa tulisan-tulisan bualan insan berambisi
Tak mau rugi terus bermisi demi kuasa akan keserakahan

promise

Kadang
Untaian-untaian kata merankai suara dan berbuah lantunan janji
Semanis harapan-harapan manis
Diamini
Dan digadang-gadang
Semoga saja benar adanya
Soal bukti itu ilusi dan coba kini jadi insan yang permai dimata insan lainnya
Berdoa saja terus
Dan bersua akan janji-janji tadi
Tuhan tau bahkan sebelum insan ini bersua
Isi hati ini milik Illahi
Yang penting seperti ibu pernah bilang
Kalau kelak kamu jadi yang didepan bawalah obor supaya jalannya terang

Bapak juga sabar
Ketika aku minta jajan seperti adikku tadi
Dengan bijak beliau berkata “Nak tunggu bapak selesai makan dulu ya”
Maklum bocah tak peduli janji itu bakal dipenuhi atau tidak
Ya nurut aja soal kata itu menipu yang penting hati tau
Bapak tak ingkar dari yang iya utarakan
“Ayo nak ke warung, bapak juga mau beli rokok”
Luar biasa apa yang aku minta tadi aku dapatkan

Itu bapak yang rela berkorban demi anaknya
Nah ini dia insan yang dibilang mulia
Pengemban amanah khalayak
Dengan beragam keinginan
Dan dengan iming-iming janji ilusi tadi
Mustahil?
Apa malah nihil,
Ya masing-masing nurani ada inspirasi
Lakuku mau jalani janji-janji tadi
Kuasa Illahi siapa yang mengelak
Setan tak dipungkiri ikut nimbrung bareng malaikat
Walau malaikat mengikuti
Setan tetap saja menguntit untuk berbagi inspirasi
Berbagi janji-janji juga pada insan ini
Ya sudah doa-doa saja
Janji tadi diamini
Malaikat mencatat dalam lembaran putih
Merekam sebagai bukti baik
Sedangkan setan biarkan saja
Minggir sana insan satu ini mau berekspresi
Agar dapat restu Illahi

4 pemikiran pada “Janjiku,Sumpah,Doa bahkan Ilusi saja

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s