Diskusi : Dari Ken Arok Hingga Majapahit. 2

Nyambung dari: Diskusi : Dari Ken Arok Hingga Majapahit. 1

Raja dengan gelar Sri Ranggah Rajasa Bhatara Amurwabhumi disandang Ken Arok setelah kuasanya atas Tumapel dan menyatakan Tumapel menjadi Kerajaan Merdeka lepas dari Kerajaan Kediri, kemudian Kerajaan Tumapel dideklarasikan menjadi Kerajaan Singhasari. Hasrat telah terkabul Ken Arok berkuasa atas Tumapel dan Ken Dedes, seiring tersebar kabar akan kerennya Ken Arok dengan kekuatan dan kuasanya menjadikan motivasi diri Ken Arok untuk memperluas kuasa kepemimpinannya, hingga persitegangan dia dengan Raja Kediri yang bernama Kertajaya serta dukungan dari para brahmana yang terlanjur beda pendapat dengan Raja Kertajaya, dan para brahmana memilih Tumapel bukannya Kediri sebagai tempat bernaung dengan lindungan Ken Arok, dimana waktu itu memang sudah berniat untuk “mbalelo” dari Kerajaan Kediri dan menyatakan perang, Ken Arok mengerahkan punggawanya untuk perang dan akhirnya dia berkuasa atas Kediri.

Kediri dibawah kuasa Singhasari setelah Raja Kertajaya terbunuh Ken Arok mengangkat Jayasabha, putra Kertajaya sebagai bupati Kediri. Jayasabha digantikan putranya bernama Sastrajaya. Kemudian Sastrajaya digantikan putranya, yaitu Jayakatwang, Nah Jayakatwang adalah aktor penting ketika nanti Kadipaten Kediri memberontak terhadap Singhasari yang dipimpin yang sedang dipimpin oleh Kertanegara, karena dendam masa lalu dimana leluhurnya Kertajaya dikalahkan oleh Ken Arok. Setelah berhasil membunuh Kertanegara, Jayakatwang membangun kembali Kerajaan Kediri II, namun hanya bertahan pada masanya saja tanpa ada raja penerusnya lagi dikarenakan serangan gabungan yang dilancarkan oleh pasukan Mongol dan pasukan menantu Kertanegara, Raden Wijaya (Raja Majapahit pertama) mengakhiri Kerajaan Kediri II.

Kembali ke bahasan paragraf sebelumnya, politik jaman Ken Arok lancar dan kasus kematian Tunggul Ametung menyimpan rahasia besar, Ken Dedes yang memang ternyata termakan rayuan dan hasutan Ken Arok ternyata nurut saja apa kata Ken Arok maklum dia juga simpatik pada Ken Arok, Pucuk dicinta ulam tiba, Gayung bersambut hasrat pun merajut, alhasil Ken Arok aman sebagai Raja Singhasari. Menurut Kitab Pararaton setelah Ken Arok menaklukkan Kediri dan menjadikannya sebagai bawahan Tumapel serta dari sumber prasasti Mula Malurung, wilayah Kediri diperintah oleh Parameswara. Besar kemungkinan bahwa Parameswara identik dengan Mahisa Wonga Teleng, karena ia merupakan putra tertua Ken Arok yang lahir dari permaisuri Ken Dedes, berbeda dengan versi di atas tentang Ken Arok mengangkat Jayasabha, putra Kertajaya sebagai bupati Kediri. Maka dari versi Pararaton membuat cerita menjadi lain karena pengangkatan Mahisa Wonga Teleng sebagai raja Kediri inilah yang membuat Anusapati anak tiri Ken Arok iri hati, Pararaton mengisahkan Ken Arok terbunuh oleh Anusapati, Mungkin akibat peristiwa ini Parameswara memisahkan Kediri dari Singhasari dan menolak menjadi bawahan Anusapati. Mereka baru berdamai setelah Waning Hyun (anak Parameswara= Mahesa Wonga Teleng ) menikah dengan Wisnuwardhana (anak dari Anusapati).

Nasib Kediri setelah ditaklukkan Ken Arok memang sama sekali tidak disinggung dalam Pararaton. Sementara itu dalam prasasti Mula Malurung tersirat bahwa Kediri memisahkan diri dari Singhasari dan kemudian dipersatukan lagi oleh Wisnuwardhana sepeninggal Tohjaya.

Bersambung lagi...

Satu pemikiran pada “Diskusi : Dari Ken Arok Hingga Majapahit. 2

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s