Mudik: Ada apa dijalan?

Jumat 3 Desember 2010 perjalanan pulang kekampung halamanku menyisahkan rekaman mata yang dengan jelas masih jadi ingatan dalam memori otakku. Rute perjalanan pulang itu adalah Sleman-Jombor-Sayegan-Kalibawang-Borobudur-Salam-Kaliabu-Sapuran-Selomerto-Kaliwiro-Bowongso begitu panjang dan jauh memang, tapi dengan 3 jam perjalanan maka saya sudah bisa samapai di kampung halaman.

Pagi itu nampak cerah ketika memulai perjalanan dari tempat kost, sekitar jam 10 pagi saya berangkat, perjalanan kali ini adalah rute yang saya suka karena seperti perjalanan pulang sebelum-sebelumnya dimana akan melalui perkampungan dan rimbunan pohon yang nampak asri, tapi prediksi saya mengatakan bahwa mata ini akan melihat hal berbeda pasca erupsi Gunung Merapi, soalnya daerah yang saya lewati ini merupakan daerah dimana abu vulkanik merapi ikut andil dan membuat warga mengungsi.

Prediksi saya diatas benar ternyata, karena hal tersebut sudah saya lihat dan coba ditulis dengan berbagai aspek penyusun cerita ini. Dan faktanya saya tidak sempat mendokumentasikan keadaan yang terlihat dengan bidikan lensa kamera. Setelah melalui daerah sayegan kemudian masuk yang saya ingat saya melintas disebuah desa yang disetiap gapura rumah,sekolahan,masjid,dan gang-gang jalan berhiaskan janur kuning (daun kelapa yang muda) yang sudah mulai layu hingga berwarna kecoklatan, sepintas ketika memasuki desa tersebut dalam hati saya berujar bahwa ada hajatan nikah didesa ini, tapi setelah keluar gapura besar dipenghujung jalan desa nampak sepanduk bertuliskan “selamat datang kepada tim penilai lomba desa budaya tingkat provinsi DIY di Desa Banjarharjo, Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Kulonprogo,DIY” begitulah kiranya maksud dari tulisan yang ada disepanduk tersebut. Setelah membacanya baru saja saya “mudeng” dengan apa yang sedang terjadi didesa tersebut.

Rute perjalanan berlanjut diperbatasan provinsi DIY dan memasuki daerah magelang tepatnya Kecamatan Borobudur, aliran sungai besar yang biasanya saya lihat agak jauh dari jalan aspal desa yang dilewati namun kali ini nampak dekat dan volume air nampak deras, sungai yang biasanya terlihat dengan aliran air dan bebatuan kini berbeda ada kayu-kayu besar alias pohon yang ikut terbawa arus, juga ada kumpulan pasir yang bermuara ditengah sungai membentuk daratan pasir. Sungai ini saya sendiri kurang tau namanya tapi hulu sungai ini juga berasal dari Kali(=sungai) Putih magelang yang beberapa hari terakhir dibanjiri material dari Gunung Merapi berupa bebatuan dan pasir. Pemandangan yang menarik perhatian saya dan beberapa orang yang melintas didaerah tersebut, lebar sungaipun bertambah karena tebing-tebing tenah ditepi sungai ikut longsor dan memperlebar sungai.

Nampaknya apa yang disebut banjir material merapi juga mengaliri daerah tersebut, dan di daerah kalibawang juga nampak banyak pepohonan tumbang, pohon kelapa dengan pelepah kering dan layu, ranting-ranting pohon berserakan, bahkan ada pohon yang tumbang tepat diatas rumah warga dan kerusakan rumahpun cukup serius karena atap rumah jebol, pasir masih nampak tebal dibeberapa bagian jalan, jalan yang saya laluipun nampak berdebu dan mengganggu pernafasan.

Memasuki Desa Wanurejo,Kecamatan Borobudur pemandangan pohon tumbang, pasir,tanaman layu, masih nampak membekas. Hijau nan rimbun tak nampak untuk kali ini karena aktivitas warga juga mulai normal 2 minggu terakhir ini, daerah borobudur merupakan daerah yang terkena dampak erupsi merapi, kawasan Candi Borobudur mulai dibuka kembali dan perawatan dilakukan kembali untuk memulihkan keadaan serta menimbulkan rasa aman wisatawan, area parkir candi juga masih nampak dibeberapa titik dengan pasir tebal.

Wah luar biasa kuasa Illahi dengan segala kebesaranNya, letusan Gunung Merapi memang menjadi bencana tetapi setidaknya ada hikmah yang bisa diambil umat manusia dari semua ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s