Dari SMS dan telpon: part2

Lanjutin yang sebelumnya…
iya malam minggu aku ditelpon ma dia, eh dia cerita kalo lagi dirumah aja, malah mau masak, katanya ada temen-temennya datang dirumah, ya maklum cewek cerita panjang lebar ya akunya dengerin dengan hidmat dah, sampai-sampai pas lagi masak udah mateng masaknya akupun ditawarin ,hehehehe anehnya padahal walaupun aku mau ya ndak tau tu kaya apa rasanya masakan itu. Malam pun berlalu tak disangka udah satu jam kami ngobrol ditelpon, akhirnya dia bilang “ udah dulu ya besok disambung lagi, assalamualikum,” aku jawab dengan agak lemes “ iya, wangalaikum salam, met malam ya”.

Aku bercerita tentang kodok yang lari dikejar-kejar karena dituduh nyuri oleh orang-orang, dia dikejar dengan maksud mau ditangkap dan ditenggelemin di sungai, eh ketangkap juga tu kodok, tanpa basa-basi orang-orang pun mencelupkan kodok tadi ke sungai, dan apa yang terjadi tak seperti yang mereka kira, maksud hati agar kodok itu tenggelam dan mati eh malah kodok itu bisa berenang asik di sungai, aneh juga kan orang-orang tersebut padahal kan emang kodok bisa hidup di air. Ya begitulah ambisi orang yang ndak tau bagaimana baiknya buat mahamin orang lain atau makhluk lain.

Kembali lagi dengan si “N” yang tiap aku SMS dia akan balas juga SMS, kadang ada aja yang di bicarakan antara kami lewat SMS. Momen ujian akhir adalah hal yang memotivasi diriku bisa buktikan aku bisa keluar dari sekolahku dengan embel-embel LULUS Memuaskan begitupun dengan si “N”. saling menyemangati begitu kiranya yang sering kita lakukan, molai dari les tiap sore dan bagaimana latihan soal ujiannya akan di utarakan semuanya.

Cukup lama juga komunikasi via handphone ini dilalui ya sebatas teman curhat, teman semangat, dan temen dikala enggan keluar rumah. Sore- sore duduk diteras rumah bersama orang tua diwaktu senggang rupanya jadi momen menyenangkan bagi keluarganya untuk saling bercengkrama, dan akupun ingin hal itu ketika dia bercerita kalo lagi duduk-duduk ma ayah, ibu juga adiknya, maklum aku biasa jauh dari orang tua, hehehehe…

Makan bakso pedas adalah satu kegemaranku walu bibir jadi memerah karena kepedesan, atau perut yang bentar lagi mules-mules, tapi memang satu keasikan bisa menyantapnya begitulah yang terpancar dalam wajah saya, hahahah… ( Bersambung dulu lagi….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s