Diskusi : Dari Ken Arok Hingga Majapahit. 1

Berdialektika

Jumat malam tanggal 25 Februari 2011 bahasan diskusi di sekret LPM Journal dengan tema Ken Arok bersumber pada Kitab Pararaton dan Negarakertagama dengan pemantik kawan Frans. Nah dari diskusi tersebut ternyata saya dapat beberapa poin apik sebelum diskusi dimulai diantaranya:
1. Pergunakan waktu yang ada dengan sebaik-baiknya
2. Jangan karena hujan datang terlambat, hehehehehe
3. Jaman kini sudah modern banyak alternatif yang bisa dilakukan jadi gunakan akal dengan maksimal
4. Tiada rotan akar juga bisa, jika akar tiada maka tali juga tak apa, nah jika tali koq ikut-ikutan tidak ada maka berdo’alah. (Mantap iki)

Empat hal diatas tadi ternyata menjadi pertimbangan awal dalam benak pribadi saya, udah hampir jam delapan malam diskusi dimulai dengan lima orang (achonk,ikan,frans,mey dan ane) , salam dari sang pemantik baru saja terucap, tiba-tiba sesosok anak manusia yang tak asing bagi lima orang tadi datang dengan pakaian basah maklum soalnya hujan sedari tadi sebelum diskusi sudah menghampiri makanya kawan yang baru datang tadi nampak kedinginan, fuad biasa kami memanggilnya, salam dari sang pemantik tadi belum sempat dilanjut karena nunggu teman kami tadi yang sibuk lepasin pakaian satu per satu hingga tersisa sehelai celana “petinju” hahahaha,..

Ken Arok punya pusaka berupa keris yang dia pesan dari seorang empu yang hingga saat ini keris itu terkenal dengan nama “Keris Empu Gandring” sesuai dengan nama pembuat kerisnya. Nah memang naluri berkuasa itu luar biasa kenapa begitu? Ya memang gitu lah adanya, saya bicara soal berkuasa bukan berarti secara harfiah saja tentang ambisi menguasai saja tapi ada aspek lain yang penting juga. Kembali lagi tentang Ken Arok, dia membunuh Akuwu Tumapel yang merupakan atasan Ken Arok yaitu Tunggul Ametung dimana dia juga suami dari Ken Dedes wanita yang membuat dia jatuh hati dan memicu nafsu Ken Arok untuk menggantikan posisi Tunggul Ametung sebagai suami Ken Dedes.

Mengenai kenapa Ken Arok tertarik dengan Ken Dedes ada sebuah sumber yang pernah saya baca, ini terkait Ken Arok yang patuh dengan gurunnya yaitu Brahmana Lohgawe berasal dari india, kenapa juga sang brahmana jauh-jauh ke jawa? Karena dia mencari titisan Dewa Wisnu dan ciri-ciri titisan dewa itu ada pada diri Ken Arok yang waktu itu gemar main judi dan mencuri hingga orang tuanya kalang kabut karena tingkah Ken Arok, maklum juga Ken Arok adalah anak yang dibuag ibunya sendiri (Ken Ndok) yang konon ibunya itu selingkuhan Dewa Brahma, dan Ken Arok ditemukan dan diasuh seorang pencuri bernama Lembong. Kembali soal ketertarikan Ken Arok pada Ken Dedes, dia percaya dengan tutur kata gurunya dimana suatu ketika Ken Arok ikut mengawal Tunggul Ametung dan Ken Dedes refreshing tak disengaja bagian aurat sang wanita menawan tadi terlihat oleh Ken Arok nampak bersinar (Entah nafsu atau apa tapi itulah pemicu awal hasrat Ken Arok muncul, baik hasrat atas Tumapel atau Ken Dedes) . Kemudian dari kejadian tersebut atas keterangan dari sang guru bahwa terdapat tanda-tanda nareswari yaitu wanita dengan tanda tersebut diramalkan akan melahirkan raja-raja jawa, dengan hal tersebut kemudian menambah motivasi untuk secepatnya merealisasikan hasrat tadi.

Siapa yang membunuh Tunggul Ametung saya juga tidak mengenal dekat siapa pembunuhnya maklum waktu itu belum ikut andil, hehehehe. Dari sumber yang saya baca ada aktor pembunuhan Tunggul Ametung yaitu Kebo Ijo yang dijadikan kambing hitam, soalnya Keris Empu Gandring waktu itu dipinjamkan ke dia dan Kebo Ijo woro-woro bahwa itu keris miliknya, namun dia tidak tau kalau itu bagian dari siasat Ken Arok untuk melancarkan rencananya, malam hari keris tersebut diambil kembali oleh Ken Arok tanpa sepengetahuan Kebo Ijo lalu dengan leluasa Ken Arok melakukan pembunuhan terhadap Tunggul Ametung yang sedang tertidur. Pagi hari kabar kematian tersebar, keris tertancap ditubuh Tunggul Ametung dimana keris tersebut sudah terlanjur teridentifikasi milik Kebo Ijo yang juga menyusul mati dengan dakwaan tersangka pembunuhan.

Bersambung dulu…

About these ads

Perihal NGALIMAN
Bukan untuk keraguan tapi memikirkan dan mencoba melakukan

One Response to Diskusi : Dari Ken Arok Hingga Majapahit. 1

  1. Ping-balik: Diskusi : Dari Ken Arok Hingga Majapahit. 2 « Cerita-ceritaku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 601 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: