membahana (gambar)

http://ngaliman.tumblr.com

Memaknai dan dimaknai biar sekiranya bisa bermakna

senandung pagi ini

Ini tulisan tentang pagi hari kemarin, pagi ini juga serasa bersenandung sama.Pagi ini hari Rabu,8 Mei 2013, belum mandi,belum sarapan, masih berkutat dengan alunan lagu dan lembaran catatan apa yang mesti diselesaikan hari ini, pagi sekali tadi hanya bisa sejenak memejam mata setelah melihat hiburan Liga Italia dimana AS Roma harus kecewa di kandang sendiri takluk 0-1 dari tamunya Chievo. Tapi sudahlah itu kekalahan AS Roma hingga perjuangan menuju Liga Champion musim depan terhambat. Tapi mungkin ini sedang tidak akan bicara bola. Mau bicara apa saja deh, mungkin menulis sebait atau berbait-bait puisi saja biar sebelum berangkat ke medan laga menyingsingkan lengan menjemput asa hahaha….

“senandung pagi ini” mungkin begitu saja judulnya Baca tulisan ini lebih lanjut

Secuil cerita jumat

Kemarin. Jumat malam 26 April 2013, disebuah swalayan di jalan solo (jln.A.Yani) saya bertutur sapa dan ngobrol dengan bapak juru parkir asal jakarta yang sudah delapan tahun tinggal di jogja. dia memiliki empat anak yang sudah berkeluarga dan bekerja di jakarta. Panggil saja pak Ar namanya, itu bukan nama samaran tapi nama yang terucap dari dia ketika obrolan kami berakhir karena saya segera akan pulang. Pak Ar cerita kalau di jogja tak mudah bergerak dalam arti mencari dan menjadikan sesuatu sebagai pekerjaan dan menghasilkan uang. Lebih dalam lagi dia bertutur jika di jakarta waktu dua jam bisa menghasilkan uang atau bahkan satu menit menjadi juru parkir sudah bisa mendapatkan uang, jadi di jakarta waktu itu bisa dikatakan adalah uang. Sebenarnya menurut dia di jogja bukan tidak bisa mendapatkan uang dengan waktu yang sama di jakarta, tapi lebih kepada suasana dan keadaan tempatnya saja yang berbeda. Baca tulisan ini lebih lanjut

Baca Tulis Perjalanan

Awalnya saya ingin menulis lebih dari 2000 kata tapi alhasil tulisan ini yang mampu saya uraikan, ide coba saya tuangkan adalah tentang ‘perjalanan’ yang akan menjadi ulasan menarik buat saya dan beberapa teman, dimana bulan April ini sedang mengupayakan agar sebuah kumpulan tulisan ‘perjalanan’ bisa terbukukan sesuai tema dan muatan isi buku yang semoga segera terealisasi dan pasti teman-teman yang lain sedang berproses sesuai bahasan ‘perjalanan’ yang mereka dapat.

Mungkin bagi sebagian teman menulis adalah kebiasaan dan mudah, tapi akhir-akhir ini saya mudah juga tapi mudah malas dan bebal berpikir serta menuangkan ide, Waaah…. padahal dulu ketika mulai belajar menulis dan membaca saya tak merasa sulit dalam arti dipaksa bisa, maklum bagi saya yang tak mengenyam pendidikan ‘TK’ baru bisa membaca dan menulis dengan benar waktu itu ketika kelas 3 Madrasah Ibtidaiyah. Baca tulisan ini lebih lanjut

Omong-omong

Ini tentang kebiasaan yang sama sekali tidak dibiasakan oleh hal yang semestinya biasa-biasa saja, karena terbiasa dengan bukan biasa yang tidak menjadi kebiasaan, pastilah tentang biasa ini beda sama sekali bahkan berkali-kali. Rupanya ada salah kaprah dalam nalar saya tentang memudahkan kesulitan, seharusnya biarlah kesulitan itu tetap dengan sifat sulitnya walau kemudian akan menjadi dimudahkan dalam mengurai sulit hingga peroleh cara yang sesuai agar kesulitan tidak menjadi kedengkian. Tapi apalah itu saya sekedar berujar saja tanpa tau apa tulisan ini mudah dari kesulitan hingga akan berimbas biasa saja bukan yang tidak biasa.

Akankah berujung pada penyesalan dan kepenatan saja jika semuanya mesti dijalani tanpa ujung? Kiranya rasa-rasa tak berasa sekali mana baiknya dari perjalanan sedini ini, mungkin baru saja menapaki saja, atau bahkan kesemuanya belum menjadi berarti karena ini itu masih secuil asa yang menggelembung tinggi, macam pintar saja raga ini tak pedulikan jiwa yang semakin berumur walau usia baru berkepala dua.

Selaiknya tak membuat gentar raga-jiwa untuk terus menampakkan eksistensinya di mayapada ini karena memang tiada kekal ketika jiwa masih menjatu dengan raga merupa fisik nyata yang tak perlu diraba saja sudah nampak fisik ini ada. Tapi keberadaan ini tak semata ada saja kan? Toh tetap perlu kiranya mewujudakan keberadaan fisik ini tak sekedar ada saja tanpa peduli esensi ciptaan Tuhan berupa makhluk sesempurna manusia ini berguna sebagai khalifah didunia.

Yasudahlah karena persoalan omong-omong ini berupa kegelisahan akan mimpi yang terbangun sedini ini, bukan tidak mungkin mimpi-mimpi itu menjadikan tak bangun untuk berbuat nyata hanya terlena dibuai mimpi belaka. Pasti aka nada saat dimana sadar dari buaian mimpi ini, dan jangan tanya kapan pasti bangun itu? Karena akan menjadi ketidak pastian jika hanya saya tanyakan apa impian saya?

Tak penting sama sekali membaur dengan impian-impian yang merangsang pikiran agar bertindak semangat tapi tak mau bertindak, atau terdiam dengan senyuman dalam angan padahal dalam nyatanya tak mau tersenyum untuk melegakan setiap niat yang baik akan berujung baik juga. Tuhan Maha Pengasih dan Penyayang, Tuhan Maha Mengerti , maka saya tak harus menunggu belas kasih-sayang dan pengertian manusia lain untuk bertingkah baik karena Tuhan yang memiliki segalanya, serahkan dan percaya saja padaNya niscaya semoga tiada kesia-siaan jika mau berbaik sangka terhadap karunia Tuhan dan mendekatkan diri pada Tuhan.

Cukup. Tak laik dan tak ada alasan menolak kehendak Tuhan,maka semoga Tuhan memberi keberkahan untuk karunia dan jangan jadikan diri ini ingkar. Semoga. Amien.
PCGP | 4.3.2013

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.823 pengikut lainnya.